Pakai CMS atau Tidak?

Saya suka sesuatu yang sederhana, dan gampang digunakan. Oleh karena itu di waktu saya baru serius belajar tentang website, saya memakai CMS wordpress. Kenapa tidak, wordpress gampang, fitur banyak, dan banyak kelebihan lainnya.

Namun apakah kalau ingin mempunyai website harus pakai CMS? pakai wordpress? pakai joomla?

Belum tentu, tergantung kebutuhan. Kalau untuk website yang sering diupdate, ya CMS solusinya. Tapi kalau website-website yang jarang diupdate, terkadang lebih baik membuat Static Websites atau Website Statik.

Static Websites adalah website dimana konten yang disajikan itu sama dengan konten yang disimpan di website tersebut. Rata-rata cuma menggunakan HTML, CSS, & JS. Berkebalikan dengan Dynamic Websites yang menyajikan konten secara dinamis menggunakan aplikasi web. CMS adalah contoh yang paling mudah dari Dynamic Websites.

Salah satu hal yang membuat saya semangat adalah menghasilkan lebih dengan sumber daya yang seminimal mungkin. Dengan static website anda bisa membeli hosting yang berkapasitas kecil (1 – 10) MB untuk menyimpan file-file html & css website anda lalu file lain seperti foto bisa disimpan di Dropbox atau jasa penyimpanan file gratis yang sejenis. Anda tinggal daftar domain saja.

Sebagai informasi, banyak website-website perusahaan ternama yang menggunakan static website.

Jadi nggak selalu harus pakai CMS.

Jatuh Cinta dengan Linux

I’m not a geek, nor have an IT background. I even got my first own computer when I’m in college. But damn, I really love linux.

Awalnya bisa jatuh cinta sama linux gara-gara kepikiran kalau nyari rezeki pakai windows bajakan halal atau haram? tapi beli windows mahal. Dan pada suatu ketika, waktu masih kuliah dulu iseng ikut seminar gratisan (tentunya). Dan dapat majalah gratisan (wajib) yang di dalamnya ada DVD Linux Ubuntu 10.10 (Maverick Meerkat). Sampai rumah, saya cobalah DVD tersebut di laptop, menyoba mode live-cd terlebih dahulu.

Kesan Pertama, kok beda ya? Ini layarnya kok resolusinya kecil? konek internet gimana? trus ada tombol install. Iseng lah di klik.

Alhamdulillah, instruksi installnya bisa dimengerti dengan mudah. Setelah Next, Back, Next berulang-ulang, akhirnya bisa menginstall Ubuntu di laptop masih dual boot sama windows.

Pas di kampus, berbekal internet gratisan, mulailah googling-googling soal ubuntu ini. Mulai dari cara supaya bisa konek internet, install driver, dan install aplikasi. Untungnya wifi laptop saya sudah dideteksi oleh ubuntu. Jadi bisa trial and error. Apa aja dicobain, install aplikasi pakai GUI, install aplikasi pakai terminal, sampai gimana cara install microsoft office.

Lama-kelamaan, saya makin terbiasa pakai linux. Saya malah lebih suka install aplikasi pakai terminal daripada pakai GUI. Sampai kepada otak-atik tampilan desktop, bootscreen, login screen, apa aja deh diotak atik.

Gara-gara DVD gratisan tersebut saya banyak belajar yang pada akhirnya membuat saya bisa menemukan hal yang bikin saya betah berlama-lama didepan komputer selain nonton film & tv series.

Karena linux saya jadi mengenal dunia open source, karena linux saya jadi mulai sadar akan jenis-jenis license tiap-tiap aplikasi, karena linux saya bisa mengerti bagaimana internet itu berkerja, karena linux saya bisa menginstall & mengkonfigurasi DNS server, web server, mail server, ftp server. Karena linux saya bisa membuat website from scratch. Jadi ngerti apa itu PHP, JS, dan interaksinya dengan server. Dan karena linux saya jadi mengenal tentang cyber security. Apa itu DDos, Cross Site Scripting, SQL Injection, dan lain sebagainya.

Alhamdulillah lah, akhirnya punya hobby yang ada manfaatnya.

Website lama tapi baru

Seneng kan ya rasanya kalau dapat website baru. Ya, saya juga seperti itu. Ini domain sudah saya beli beberapa tahun yang lalu namun saya bisa dibilang tidak pernah update. Karena itu saya ingin mencoba serius dalam mengelola blog pribadi saya ini. Salah satu langkah yang saya lakukan adalah merombak instalasi server dan wordpress saya.

Website ini menggunakan WordPress sebagai CMS nya. Hosting saya menggunakan VPS dengan konfigurasi NGINX + PHP-FPM + FCGI-CACHE, dengan integrasi ke pagespeed, lalu MYSQL sebagai database.

Dan yang buat seneng, nilai GTMETRIX nya lumayan hehehe. 95% Bro…

Yah, meskipun postingan baru satu tapi nggak apa-apa.

We have to enjoy the little things in life :)